3 Negara dengan Populasi Kendaraan Listrik Terbanyak Dunia

Jakarta, wsb – Sejumlah negara di dunia telah mendorong transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik untuk mengurangi polusi udara.

Di Indonesia, penggunaan kendaraan bermotor listrik memang masih jarang karena infrastruktur pengisian daya yang terbatas. Namun, berdasarkan laporan World Economic Forum, penjualan mobil listrik global meningkat 30 persen hampir setiap tahun dalam dekade terakhir. Meski sempat melewati masa sulit akibat pandemi, industri mobil listrik tetap tumbuh di beberapa negara.

Ternyata ada tiga negara dengan penggunaan jumlah mobil listrik terbanyak di dunia. Berikut adalah daftarnya:

1. Norwegia

Norwegia ada di peringkat pertama sebagai negara dengan persentase jumlah mobil listrik terbanyak di dunia hingga mencapai 81 persen. Hal ini disebabkan karena ada aturan di Norwegia yang membebaskan pembayaran pajak jalan atau pajak penjualan bagi para pemilik mobil listrik.

Tidak hanya itu, pemerintah Norwegia menargetkan bahwa penggunaan mobil bensin akan berakhir pada 2023 dan mengalihkan seluruhnya ke kendaraan listrik.

2. Islandia

Selanjutnya posisi kedua di duduki oleh Islandia yang memiliki 36,8% kendaraan listrik per 1.000 penduduk. Kendaraan listrik di Islandia sudah booming atau mulai diminati sejak 2017. Kala itu, pangsa pasar kendaraan listrik adalah 8,7%.

3. Swedia

Swedia terus menggencarkan dan memperkuat kerja sama melalui program kemitraan penelitian dan inovasi transportasi utama Swedia. Langkah ini dilakukan agar emisi gas rumah kaca dapat ditekan semaksimal mungkin dan daya saing industri otomotif Swedia mampu lebih kuat.

Populasi kendaraan listrik di Swedia menyentuh angka 20,6% per 1.000 penduduk. Diketahui, jumlah kendaraan listrik di negara itu mencapai 56 ribu. Padahal, jumlahnya hanya 157 unit pada 2009. Sudah pasti, jumlah stasiun pengisian daya listrik bagi kendaraan meningkat, beriringan dengan melonjaknya jumlah kendaraan listrik.

Baca Juga :  Ciri-ciri Covid Omicron BA.4 & BA.5, Waspadai Gejala Ini

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)