5 Gejala Omicron Yang Sering Kamu Keluhkan Ternyata Bukan Demam

Jakarta, wsb – Omicron masih mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia. Berbeda dengan varian sebelumnya yaitu Delta yang banyak pasiennya mengalami gejala demam dan kehilangan penciuman, sangat sedikit pasien Omicron yang mengeluh demam dan penciuman tetap normal.

Pasien Covid-19 varian Omicron umumnya memiliki gejala seperti pilek atau flu. Indikasi seperti sakit kepala atau sekret hidung adalah dua karakteristik utama.

“Hidung meler dan sakit kepala adalah gejala dari banyak infeksi, tetapi itu mungkin juga gejala pertama – dan satu-satunya – dari Covid. Oleh karena itu, jika Anda memiliki gejala-gejala ini, saya sarankan untuk melakukan tes,” kata ilmuwan itu dalam sebuah pernyataan. Kajian ZOE Covid, Prof. Tim Spector.

Agar lebih waspada, berikut 5 gejala varian Omicron yang paling banyak dikeluhkan pasien:

1. Sakit kepala

Menurut penelitian ZOE, sakit kepala adalah gejala Omicron yang lebih umum daripada gejala klasik COVID-19, yaitu demam dan hilangnya indra penciuman. Studi menunjukkan bahwa sakit kepala akibat Covid-19, termasuk varian Omicron, cenderung sedang hingga parah. Terasa seperti tekanan, denyutan, atau penusukan yang terjadi pada kedua sisi kepala. Kondisi ini bisa berlangsung lebih dari tiga hari dan cenderung menjadi resisten terhadap obat penghilang rasa sakit biasa.

2. Pilek

Pilek juga merupakan salah satu gejala paling umum yang dikeluhkan oleh pasien Omicron. Namun, pilek juga bisa disebabkan oleh virus lain atau karena alergi. Hal inilah yang membuat banyak pasien COVID-19 sulit membedakan masuk angin karena gejala Corona atau tidak. Oleh karena itu, diperlukan tes laboratorium untuk memastikannya.

3. Bersin

Sebelumnya, orang-orang mengeluhkan bersin lebih jarang sebagai gejala virus Corona varian Delta. Namun, berdasarkan penelitian ZOE, bersin ternyata menjadi salah satu gejala COVID-19 pada orang yang sudah divaksinasi.

Baca Juga :  Himpunan

4. Sakit Tenggorokan

Banyak pasien Omicron COVID-19 juga mengeluhkan gejala sakit tenggorokan. Gejalanya mirip dengan ketika seseorang sedang pilek atau sakit tenggorokan.

Sakit tenggorokan akibat COVID-19 cenderung ringan dan berlangsung tidak lebih dari lima hari. Menurut data ZOE, hampir setengah dari pasien COVID-19 mengalami sakit tenggorokan. Gejala ini lebih sering terjadi pada orang dewasa wsb usia 18-65 tahun.

5. Batuk terus-menerus

Gejala lain adalah batuk terus-menerus. Dalam konteks ini, ‘terus menerus’ berarti batuk yang terjadi berkali-kali dalam sehari, selama setengah hari atau lebih. Batuk akibat COVID-19 biasanya tergolong batuk kering, tidak mengeluarkan dahak atau lendir. Batuk terus-menerus ini cenderung muncul sekitar beberapa hari setelah sakit dan biasanya berlangsung selama sekitar empat atau lima hari.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)