5 Manfaat Makan Tempe, Cocok Untuk Menu Diet Selama Ramadhan

Jakarta, wsb – Tempe, makanan tradisional Indonesia, terbuat dari kedelai yang difermentasi. Makanan yang dijuluki makanan super Ini tidak hanya murah, tetapi juga kaya nutrisi sehingga sangat cocok sebagai menu sehat, baik untuk buka puasa maupun sahur selama bulan Ramadhan.

Berikut sejumlah manfaat menarik dari makan tempe:

1. Mengontrol nafsu makan

Tempe banyak mengandung protein, tinggi serat, dan rendah lemak. Semua keunggulan tersebut membuat tempe menjadi menu yang sangat cocok untuk dijadikan santapan rutin bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Mengutip SehatQ, dDiet tinggi protein telah terbukti membantu mengendalikan nafsu makan dengan meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi rasa lapar. Kandungan protein dalam tempe dinilai efektif membantu mengontrol berat badan dibandingkan protein hewani.

Selain protein, tempe juga mengandung serat dan lemak sehat yang tidak hanya membuat Anda lebih cepat kenyang, tetapi juga membuat Anda kenyang lebih lama. Hal ini terjadi karena bahan-bahan tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

2. Memperlancar pencernaan

Proses fermentasi dalam pembuatan tempe menghasilkan probiotik. Ini adalah bakteri menguntungkan yang sangat bermanfaat dalam menjaga usus dan sistem pencernaan tetap sehat dan berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, tempe dapat menjadi sumber probiotik alami untuk orang-orang yang mengadopsi diet vegetarian.

3. Memperkuat tulang

Tempe adalah sumber kalsium yang baik. Kalsium adalah mineral yang bertanggung jawab untuk menjaga tulang tetap kuat dan kokoh. Asupan kalsium yang cukup dapat membantu mencegah perkembangan osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Dengan mengkonsumsi 3 ons tempe, Anda telah memenuhi 6% kebutuhan kalsium harian.

4. Menurunkan kolesterol

Bahan baku utama tempe adalah kedelai. Kandungan isoflavon dalam kedelai telah dikenal kemampuannya untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Faktanya, isoflavon juga dapat membantu menurunkan kadar trigliserida yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.

Baca Juga :  50.000 Karpet Baru Menutupi Lantai Masjidil Haram di Arab Saudi

5. Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular

Mengutip SehatQ, isovlafon dalam kedelai dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular pada wanita yang mengalami menopause dini. Bahkan, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa manfaat isoflavon dapat ditingkatkan pada produk fermentasi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan bukti ilmiah yang lebih kuat.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)