Ada Bansos Dikubur di Depok, Menteri Jokowi Akui Beras Rusak

Jakarta, wsb – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy buka suara soal temuan puluhan karung beras bansos yang dikubur di sebidang tanah di Depok, Jawa Barat. Beras tersebut seharusnya disalurkan pada masyarakat yang terdampak pandemi pada awal 2020 lalu. 

Muhadjir mengakui bahwa pada waktu itu ada sejumlah beras bansos yang rusak. Kerusakan terjadi karena distribusi dilakukan menggunakan bak terbuka sehingga bahan pokok itu sempat basah terkena hujan. 

“Waktu itu kita putuskan semua beras yang kena hujan tidak boleh dibagikan, baik yang masih dalam keadaan baik dan yang rusak tidak boleh dibagikan. Kenapa? karena mungkin yang waktu itu tampaknya baik, besoknya rusak. Beras itu kan sensitif dengan air,” ujar Muhadjir di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (1/8/2022). 

Meski demikian, Muhadjir tidak mengetahui secara detail standar operasional yang harus dilakukan perusahaan transporter ketika beras bansos rusak. Sehingga, dia tidak bisa memastikan apakah penguburan beras rusak sudah tepat atau belum. Yang jelas, Muhadjir menegaskan, beras yang rusak tidak boleh disalurkan kepada masyarakat. 

Lebih lanjut, dia menjelaskan, bahwa ketika terjadi kerusakan, pihak transporter harus langsung mengganti beras yang sudah tak layak konsumsi. Kerugian yang timbul akibat beras rusak juga ditanggung pihak transporter. 

Sebelumnya, JNE, perusahaan logistik yang menjadi distributor beras bansos, mengatakan beras bansos dikubur karena kondisinya rusak. Perusahaan tersebut juga mengindikasikan bahwa penguburan beras sudah sesuai dengan prosedur.

Terkait klarifikasi tersebut, Muhadjir menyatakan akan berpegang pada pernyataan JNE sampai tim investigasi menemukan fakta baru. 

“Kalau dia (JNE) mengklaim itu beras rusak, yang waktu itu enggak boleh dibagikan kepada masyarakat, itu sudah benar karena memang tidak boleh dibagikan kepada masyarakat,” paparnya. 

Baca Juga :  Ini Pohon Tertinggi di Hutan Amazon, Setara Gedung 25 Lantai

Penemuan beras bansos yang dikubur ini bermula dari laporan warga yang menjadi pemilik tanah bernama Rudi Samin. Mulanya, Rudi mendapatkan informasi adanya beras berkarung-karung yang ditimbun di tanah miliknya. Samin pun menyewa alat berat untuk menggali tanahnya dan menemukan beras berkarung-karung itu.

“Saya cari menggunakan manual tanggal 25 Juli mulanya tidak dapat. Karena penasaran, maka saya sewa yang namanya beko (ekskavator) selama 25 jam. Betul atau tidak di sini. Hari ketiga tanggal 29 Juli jam 2 siang saya temukan,” kata Rudi, dikutip dari detikcom.

Beras ditemukan dalam kemasan karung kecil dengan label “Beras Kita”. Temuan itu lalu dilaporkan ke kantor polisi setempat.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)