Anak Susah Menurut Perkataan Ayah-Bunda? Cobain 5 Cara Ini

Jakarta, wsb – Salah satu tantangan besar ketika membangun karakter si kecil adalah agar ia mau menjadi penurut dan mendengarkan nasihat dengan baik.

Kemampuan anak untuk bisa mendengarkan seseorang dengan baik ternyata berdampak besar bagi kesuksesannya di masa depan. Namun, tidak jarang si kecil terkesan tidak mampu dan tidak mau untuk mendengarkan. Malah, sering kali suatu obrolan berujung pada pertengkaran.

Berikut adalah 5 tips untuk membuat anak jadi sosok pendengar yang baik menurut sejumlah ahli parenting yang dirangkum oleh CNBC Indonesia:

1. Gunakan Cara yang Menyenangkan

Dikutip dari Times of India, salah satu cara yang dapat dilakukan oleh ayah dan bunda agar si kecil mau menurut adalah berbicara dengan cara yang menyenangkan. Melalui cara yang menyenangkan dan familier di telinga anak, maka ia akan mudah memahami apa yang Anda katakan.

Ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan, seperti menggunakan suara bersenandung yang menyenangkan, menggunakan perantara boneka saat berbicara, hingga menirukan suara yang disukai anak. Dengan demikian, anak akan menaruh perhatian penuh terhadap apa yang Anda bicarakan.

2. Ucapkan Kalimat dengan Lembut

Terkadang, menghadapi anak yang sulit menurut membuat emosi sulit terkontrol. Meskipun demikian, lagi-lagi orang tua harus mengalah agar anak tidak semakin ogah menurut dan membuat situasi semakin memburuk.

Maka dari itu, Anda harus mampu mengontrol emosi dengan selalu berbicara lembut dengan anak. Selain itu, jangan lupa ucapkan terima kasih setelah meminta sesuatu pada anak agar mereka turut merasa dihargai dan mau menurut perkataan Anda.

Baca Juga :  Gen Z Beli Rumah dengan Gaji UMR, Bisakah?

3. Katakan Hal Berdasarkan Apa yang Anda Lihat

Menurut ahli parenting Camilla Miller, mengungkapkan suatu hal berdasarkan apa yang Anda lihat merupakan hal penting yang harus dilakukan orang tua. Sebab, cara komunikasi yang seperti ini akan lebih mudah dipahami dan diterima si kecil.

Sebagai contoh, ketika anak sedang bermain, mungkin Anda akan berpikir bahwa si kecil tidak mau berbagi mainan dengan temannya. Namun pada kenyataannya, bisa jadi anak bukannya tidak mau berbagi, tetapi dia memang sibuk bermain.

Dalam kasus seperti ini, orang tua bisa mengatakan, “Wah, bermainnya seru, ya,” atau “Kamu kelihatannya sibuk sekali,”. Dengan begitu, mungkin anak justru akan berani untuk jujur mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Hal tersebut karena Anda menunjukkan sikap yang peduli kepadanya.

“Ketika anak merasa tidak didengarkan, mereka akan merasa bahwa Anda mengabaikan apa yang mereka ingin dan butuhkan,” sebut Miller, dikutip dari CNBC Internasional.

“Jika Anda ingin didengarkan, maka dengarlah perasaan anak terlebih dulu,” ujar Miller menegaskan betapa pentingnya mendengarkan dan memvalidasi perasaan anak.

4. Arahkan Perilaku Anak

Apabila anak menunjukkan perilaku yang Anda tidak suka, bantulah mereka untuk mengarahkan perilaku tersebut dengan cara yang lebih baik.

Misalnya, anak sering meloncat-loncat di sofa atau kasur, daripada memarahinya, lebih baik Anda memfasilitasi si kecil dengan memberikan trampolin sebagai upaya menunjukkan bahwa meloncat-loncat di sofa atau kasur bukanlah hal yang baik. Namun di samping itu, Anda juga tetap menunjukkan rasa peduli dan dukungan terhadap perilaku kesukaannya.

“Hal tersebut perlu dilakukan untuk melihat apa yang sebenarnya anak butuhkan dan membantu mereka untuk menemukan cara agar perilakunya dapat diterima,” jelas Miller.

Baca Juga :  Rahasia Yang Bisa Bikin Anak Sukses & Bahagia

5. Apresiasi Anak

Apabila anak baru saja menyelesaikan suatu permasalahan, tunjukkan kepedulian Anda dengan mengapresiasi kelebihan mereka. Hal tersebut dapat diucapkan melalui perkataan seperti, “Kamu keren bisa menyelesaikannya dengan baik,” atau “Bunda bangga, deh, sama kamu,”.

Dengan demikian, anakpun akan melihat bahwa mereka adalah seseorang yang mampu membuat keputusan dengan baik dan kompeten dalam melakukan sesuatu. Sesudah itu, mereka akan terus melakukan hal baik untuk ke depannya.

“Dengan memahami suara hati anak, Anda membantu mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri,” sebut Miller.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ini Kesalahan Parenting No. 1 Soal Edukasi Uang ke Anak

(hsy/hsy)