Bukan Sekadar Wacana, Sistem 4 Hari Kerja Dijajal Negara Ini

Jakarta, wsb – Beberapa negara sudah melakukan ujicoba pemangkasan hari kerja hanya 4 hari dalam seminggu. Kebijakan ini bertujuan menghindari tingkat stress yang tinggi di kalangan karyawan.

Tak cuma itu, penerapan empat hari kerja atau sama dengan 32 jam kerja juga diyakini bisa meningkatkan produktifitas pekerja dan kesejahteraan pekerja itu sendiri. Jika melihat aspek lingkungan, empat hari kerja dalam seminggu bisa mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari kendaraan yang digunakan para pekerja.

Berikut beberapa negara yang menerapkan empat hari kerja:

1. Islandia

Islandia telah memulai kebijakan empat hari kerja sejak tahun 2015. Hal tersebut dilakukan secara massal dan tanpa memotong upah. Hasilnya menunjukkan bahwa hari kerja yang lebih pendek dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dari segi tingkat stres, kelelahan hingga keseimbangan kesehatan dan kehidupan kerja.

2. Selandia Baru

Perdana Menteri Jacinda Ardern menyarankan bekerja empat hari seminggu. Alasannya, para pekerja dapat menggunakan akhir pekan yang panjang untuk mengunjungi tempat wisata lokal sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

3. Jepang

Bukan hal baru bahwa para warga Jepang dikenal begitu pekerja keras. Hal ini membuat pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan yang merekomendasikan perusahaan untuk beralih ke empat hari kerja dalam seminggu untuk meningkatkan keseimbangan wsb kehidupan dan kerja.

4. Belgia

Pada bulan Februari, karyawan Belgia memenangkan hak untuk bekerja hanya empat hari tanpa kehilangan gaji.

Karyawan dapat memutuskan apakah mau bekerja empat atau lima hari seminggu, namun bukan berarti mereka akan bekerja lebih sedikit, pekerja hanya akan menyingkat jam kerja mereka menjadi lebih sedikit hari.

Baca Juga :  Ibu! Inilah alasan mengapa Kinder Joy sangat menggoda untuk anak-anak

5. Jerman

Jerman dikenal sebagai negara dengan durasi kerja rata-rata terpendek di Eropa. Menurut World Economic Forum (WEF), rata-rata durasi kerja di Jerman adalah 34,2 jam seminggu.

Namun, serikat pekerja masih menyerukan pengurangan jam kerja. Tahun lalu, IG Metall, serikat pekerja terbesar di negara itu, menyerukan minggu kerja yang lebih pendek, dengan alasan hal tersebut akan membantu mempertahankan pekerjaan dan menghindari PHK.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)