Hukum Tidur Seharian Saat Puasa Ramadhan, Benarkah Bermanfaat?

Jakarta, wsb – Beberapa orang sering merasa lemas dan tidak berdaya saat berpuasa. Kondisi ini kerap dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan tidur sepanjang hari selama Ramadan. Apalagi ada anggapan bahwa tidur orang yang berpuasa adalah ibadah. Apakah itu benar?

Melansir dari NU online, berdasarkan pandangan mazhab Syafi’i dan mayoritas ulama, orang yang tidur sepanjang hari saat berpuasa di bulan Ramadhan, sedangkan ia berniat berpuasa di malam hari, maka puasanya dianggap sah.

“Dan mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa jika seseorang yang berpuasa bangun sebentar dari tidurnya di siang hari, kemudian tidur lagi, maka puasanya sah,” yang tertulis dalam Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab , juz VI, halaman 384.

Artinya, orang yang tidur sepanjang hari saat berpuasa di bulan Ramadhan, maka puasanya dianggap sah. Dengan catatan, orang tersebut berniat berpuasa di malam hari.

Sedangkan jika ia tidur sepanjang hari, tetapi ia meninggalkan kewajiban lain yaitu shalat wajib seperti Zuhur dan Ashar, maka ia berdosa. Padahal puasanya tidak batal.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan pahala selain begadang.” (HR. Ahmad).

Perlu diketahui, derajat hukum shalat lebih tinggi dari puasa. Itulah sebabnya puasa juga tidak ada artinya atau haram jika meninggalkan shalat.

Tidur Orang Puasa Menghitung Ibadah?

Ustadz M. Ali Zainal Abidin, dosen Pondok Pesantren Annuriyah Jember, dikutip dari NU Online, mengatakan memang benar ada hadits yang menyebutkan bahwa orang yang berpuasa tidur adalah ibadah. Namun, katanya, Hadits ini sering dipolitisasi oleh sebagian orang sebagai pembenaran karena malas dan banyak tidur saat berpuasa di bulan Ramadhan.

Namun, anggapan seperti itu tidak benar. Karena salah satu etika dalam berpuasa adalah tidak tidur lebih di siang hari. Imam al-Ghazali menjelaskan:

Melainkan merupakan bagian dari adab untuk tidak banyak tidur di siang hari hingga ia merasa lapar dan haus serta merasakan kelemahan yang kuat, sehingga hatinya menjadi suci karenanya.

“Sebagian dari adab puasa adalah tidak tidur lebih di siang hari, sehingga merasa lapar dan haus serta merasa lemah dalam kekuatan, dengan demikian hati menjadi jernih” (Imam al-Ghazali, Ihya’ Ulumid Din, juz 1, hal. 246)

Dengan demikian, Ustadz Ali Zainal menyimpulkan bahwa Tidur sambil berpuasa bisa disebut ibadah jika memenuhi dua kriteria. Pertama, bukan bermaksud malas, tapi lebih semangat dalam menjalankan ibadah. Kedua, tidak mengganggu ibadah puasa dengan melakukan perbuatan maksiat.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy / hsy)


Baca Juga :  Kemarahan Membuat Puasa Batal, Benarkah?