Jangan Coba Vaksin Booster di H-Day Mudik, Ini Alasannya

Jakarta, wsb – Untuk pertama kalinya sejak pandemi, pemerintah mengizinkan masyarakat mudik lebaran. Bahkan, calon pemudik dibebaskan dari tes COVID apa pun tanpa tes PCR apalagi antigen, asalkan sudah menerima vaksin pemacu.

Namun, Kementerian Kesehatan RI menyarankan warga untuk tidak divaksinasi pemacu pada hari perjalanan. Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya Post Imunization Adverse Event (KIPI) yang dapat menghambat kenyamanan perjalanan.

“Kita himbau kepada masyarakat, sekarang kalau mau pulang dengan nyaman jangan divaksin saat mau pulang harus kita sampaikan ini. Kalau tidak enak badan, perih, pusing, tidak akan nyaman mudik,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmizi dalam jumpa pers, dikutip Kamis (14/4/2022).

Sejauh ini, KIPI pasca-vaksinasi pemacu Menurut dr Nadia, didominasi oleh reaksi lokal atau kategori ringan seperti nyeri di tempat suntikan, bengkak, hingga kemerahan dan nyeri. Namun, dr Nadia memastikan ambulans akan tersedia di setiap posko vaksinasi COVID-19 jika ada laporan KIPI berat.

Ketersediaan posko vaksinasi COVID-19 di angkutan umum selama masa mudik menjadi upaya terakhir untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat. Dr Nadia kembali menegaskan bahwa masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi booster COVID-19 jauh-jauh hari sebelum mudik.

“Jadi vaksinasi di posko vaksinasi sebenarnya merupakan upaya terakhir,” katanya.

Pemerintah menargetkan 70 persen cakupan vaksinasi COVID-19 akan tercapai pada Juli 2022, saat vaksinasi primer dinyatakan selesai. Menurut data Kementerian Kesehatan, penerima vaksinasi dosis ketiga masih jauh tertinggal 13,44 persen atau lebih dari 27 juta orang yang disuntik.

Berita lainnya >>> di sini.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy / hsy)


Baca Juga :  8 Artis Korea Ikuti Puasa Ramadhan, Beberapa Non-Muslim