Jangan Abaikan, 6 Kebiasaan Buruk Ini Bikin Perut Buncit

Jakarta, wsb – Banyak orang berjuang untuk melakukan diet ketat untuk menghilangkan perut buncit. Padahal, perut buncit tidak hanya disebabkan oleh kegemukan, tetapi juga bisa disebabkan karena kurang minum air putih hingga terlalu banyak tidur.

Berikut sejumlah kebiasaan buruk yang bisa memicu perut buncit yang dirangkum tim wsb dari berbagai sumber:

1. Jarang minum air putih

Kurang minum air putih tidak hanya membuat kulit menjadi kering, tetapi juga membuat perut terlihat lebih menonjol.

Minum air putih dapat membantu Anda mengurangi makan sehingga dapat mencegah perut buncit, terutama jika Anda minum air mineral sebelum makan. Sebuah penelitian pada orang dewasa menemukan bahwa minum setengah liter air sekitar 30 menit sebelum makan dapat membantu mengurangi rasa lapar dan asupan kalori.

Dalam studi tersebut, partisipan yang minum air mineral sebelum makan kehilangan berat badan 44 persen lebih banyak dalam periode 12 minggu dibandingkan mereka yang tidak menggunakan metode mengecilkan perut ini.

2. Hobi mengkonsumsi makanan dan minuman manis

Makanan dan minuman dengan tambahan gula bisa menjadi faktor utama kenaikan berat badan, terutama di area perut dan bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan gula dapat menyebabkan penumpukan lemak di sekitar perut dan hati.

Gula terdiri dari setengah glukosa dan setengah fruktosa. Ketika Anda makan banyak gula tambahan, hati mendapat kelebihan fruktosa dan dipaksa untuk mengubahnya menjadi lemak.

Pemanis buatan, seperti sorbitol, juga tidak dapat dicerna oleh tubuh dan dapat menyebabkan perut buncit. Biasanya produk dengan pemanis buatan yang tinggi terdapat pada minuman bersoda dan berbagai minuman olahraga instan.

Baca Juga :  10 Cara Mengecilkan Perut Buncit di Usia 40 Tahun Ke Atas

3. Merokok

Kebiasaan merokok memiliki pengaruh buruk pada pembentukan lemak perut. Merujuk pada Medical News Today, penelitian menunjukkan bahwa orang gemuk dan perokok memiliki lebih banyak lemak visceral atau lemak tersembunyi di tubuhnya dibandingkan non-perokok.