Jangan Dipangkas Lagi! Ini Perhitungan Resmi THR 2022

Jakarta, wsb – Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan hak karyawan yang harus dibayarkan oleh perusahaan sebelum hari raya. Menurut undang-undang yang berlaku, THR harus dibayarkan selambat-lambatnya tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan pemberian THR ini sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari besar keagamaan.

Menteri Tenaga Kerja juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/1/HK.04/IV/2022 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2022 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia. Melalui surat tersebut, Menteri Tenaga Kerja meminta kepala daerah memastikan perusahaan memenuhi kewajiban membayar THR kepada pekerja.

“…pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja/buruh,” demikian surat edaran yang dikutip dari Sekretariat Kabinet lama, Rabu (13/4/2022).

Berapa THR untuk pekerja?

Berikut ketentuan penghitungan THR berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja Nomor M/1/HK.04/IV/2022

Besaran THR Keagamaan diberikan sebagai berikut:

  • Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja dua belas bulan terus menerus atau lebih, diberikan upah satu bulan.
  • Bagi pekerja/buruh yang masa kerja terus menerus satu bulan tetapi kurang dari dua belas bulan, diberikan secara proporsional menurut perhitungan: masa kerja dibagi 12 kali upah satu bulan.

Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung sebagai berikut:

  • Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja dua belas bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata yang diterima dalam dua belas bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
  • Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja kurang dari dua belas bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata yang diterima setiap bulan selama masa kerja.

Bagi pekerja/buruh yang upahnya ditentukan berdasarkan satuan keluaran, upah satu bulan dihitung berdasarkan upah rata-rata dua belas bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Bagi perusahaan yang menetapkan nilai THR Keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan, yang lebih besar dari nilai THR Keagamaan sebagaimana dimaksud pada angka 2 di atas, maka THR Keagamaan dibayarkan kepada pekerja. /buruh sesuai dengan perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan yang telah dilakukan.

Menteri Tenaga Kerja juga telah meminta gubernur untuk mendorong perusahaan di daerahnya untuk membayar THR keagamaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, perusahaan yang mampu didorong untuk membayar THR keagamaan lebih awal sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran keagamaan. THR.”

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)


Baca Juga :  Siap-siap THR Cair, ini rahasianya biar gak cepet sold out