Kontroversi Anti-Muslim India ‘Makan Korban’ Baru: Aamir Khan

Jakarta, wsb – Film Forrest Gump India berjudul “Laal Singh Chaddha” terancam diboikot para nasionalis Hindu. Ini akibat komentar yang sempat diutarakan aktornya, yang merupakan seorang Muslim, Aamir Khan.

Film itu sebenarnya akan rilis 11 Agustus. Namun internet Negeri Bollywood dibanjiri kutipan wawancara tahun 2015, kala Khan dan mantan istrinya- seorang produser Hindu- Kiran Rao, mengungkapkan rasa takutnya dan keinginan meninggalkan India karena situasi tidak aman di sana.

“Dia takut soal anaknya. Dia takut dengan apa yang akan terjadi di sekitar kita. Dia merasa takut untuk membuka koran setiap hari,” kata Khan saat itu merujuk istrinya namun segera mengklarifikasinya.

Sekitar 200.000 tweet kemudian membagikan komentarnya tersebut. AFP menulis rata-rata adalah pendukung partai Perdana Menteri (PM) Narendra Modi berasal Bharatiya Janata (BJP).

Itu diiringi dengan tagar #BoycottLaalSinghChaddha. Terdapat pula komentar soal bagaimana sang aktor menikahi wanita Hindu tapi memberi nama anak mereka dengan hal-hal berbau muslim.

“Aamir Khan menikahi dua wanita Hindu, namun menamai anak-anaknya Junaid, Azad & Ira,” kata seorang warganet.

“Itu cukup alasan untuk memboikot Lal Singh Chaddha, yang pada dasarnya adalah produksi dari klub Love Jihad Bollywood,” tambah netizen lain seraya mengaitkannya dengan fenomena pria Muslim yang menikahi wanita Hindu dan yang berujung dengan pindah agama.

Aamir Khan sendiri merupakan aktor kenamaan India. Pria yang disebut “Mr Perfectionist “itu sempat meraih sukses internasional lewat film “3 Idiots” dan “PK'”

Ia juga menjadi host sebuah program dengan tema-tema sensitif “Satyamev Jayate”. Tema-tema yang dibahas mulai dari pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga korupsi.

Baca Juga :  10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia, Ada Jakarta?

“Saya merasa sedih bahwa beberapa orang … percaya bahwa saya adalah seseorang yang tidak menyukai India,” katanya kepada media lokal.

“Bukan itu masalahnya. Tolong jangan boikot film saya. Tolong tonton film saya.”

Sementara itu, sejumlah analis melihat, persoalan Khan adalah bentuk nyata dari intoleran yang muncul di India. Kekerasan kerap muncul karena isu agama di negeri itu beberapa tahun belakangan.

BJP disebut ikut andil dalam hal ini. Partai itu memiliki ranting kelompok militeristik yang mendukung “Hindutva”, yang ingin menjadikan India sebagai negara Hindu eksklusif.

“Tidak ada keraguan bahwa Aamir menjadi sasaran oleh mereka yang menyebarkan kebencian terhadap Muslim,” kata seorang komentator, kepada AFP.

Intoleransi di India ini juga sempat dimuat resmi Amerika Serikat (AS) di Juni. Dalam dokumennya tahunan tentang kebebasan agama internasional, AS menyatakan bahwa pejabat di India mendukung “serangan terhadap kelompok dari agama minoritas di negara itu seperti Muslim dan Kristen”.

Dalam laporan tahunan tentang kebebasan beragama internasional, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan beberapa kasus serangan ditemukan di tempat-tempat ibadah umat minoritas.

“Di India, negara demokrasi terbesar di dunia dan rumah bagi keragaman agama yang besar, kami telah melihat meningkatnya serangan terhadap orang-orang di tempat-tempat ibadah,” kata Blinken dikutip laman yang sama.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Industri Film Hollywood Lesu, Dihantam Streaming dan Drakor!

(sef/sef)