Malaysia Tolak Kenaikan Gaji Minimum Tenaga Kerja Indonesia Menjadi Rp 5 Juta

Jakarta, wsb – Pemerintah Malaysia tidak menerima permintaan Indonesia untuk menaikkan upah minimum pekerja migran yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT) menjadi Rp 5 juta per bulan. Negeri jiran itu hanya mampu membayar Rp 4 juta.

Angka ini disesuaikan dengan upah minimum Malaysia yang dimulai dari 1.200 ringgit atau Rp 4 juta.

“Saat kita berdiskusi [dengan RI]meskipun saya suka ide itu, saya tidak setuju dengan 1.500 ringgit karena upah minimum kami [saat itu] 1.200 ringgit,” kata Menteri Tenaga Kerja Malaysia M Saravanan, seperti dilansir New Straits Times.

Saravanan kemudian menegaskan, “Meskipun ada tekanan dari Indonesia, tidak mungkin mencapai 1.500 ringgit (Rp 5 juta).”

Hal itu disampaikannya usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penerimaan dan perlindungan ART Indonesia di Jakarta pada 1 April lalu. Dengan MoU ini, penerimaan dan perlindungan ART Indonesia di Malaysia dijamin oleh undang-undang.

Malaysia sendiri diprediksi akan menerima sekitar 10 ribu anggota rumah tangga Indonesia setelah Lebaran. Menurut Saravanan, negaranya kini telah mencabut aturan karantina Covid-19 sehingga biaya perekrutan ART Indonesia bisa ditekan.

Awalnya, biaya pengiriman ART Indonesia ke Malaysia bisa mencapai 9.000 ringgit atau Rp. 30 juta, sudah termasuk biaya retribusi dan asuransi. Setelah aturan karantina dicabut, biaya pengiriman ART Indonesia ke Malaysia diperkirakan berkurang sekitar 6.000 ringgit atau setara Rp. 20,3 juta.

Berita selengkapnya di sini.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)


Baca Juga :  Himpunan