Varian Baru Covid BA.4 & BA.5 Muncul, Jauh Lebih Menular?

Jakarta, wsb – Varian baru virus Covid-19 kembali ditemukan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa subvarian Omicron diberi nama BA.4 dan BA.5. Pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, dua varian ini telah menjadi kasus dominan di negara ini.

Badan PBB itu mengatakan pelacakan sedang dilakukan untuk menilai apakah mereka lebih menular atau berbahaya, termasuk dampak pada kekebalan bagi mereka yang sudah divaksinasi.

“Sudah dominan di Afrika Selatan. Namun, ini masih belum jelas, karena kita memiliki gelombang BA.2 yang jauh lebih besar dan perlu dipantau,” kata WHO dikutip dari Express UK, Selasa (12/4/2022).

Selain itu, kemunculan subvarian baru Omicron ini juga dikonfirmasi oleh British Health Safety Agency (UKHSA) dan masuk kategori varian perhatian dalam laporannya pada 8 April 2022.

“Dua varian baru diidentifikasi sebagai bagian dari pemindaian cakrawala pada 4 April 2022. Penelitian sedang dilakukan untuk menentukan secara tepat filogeni varian ini,” kata studi tersebut.

Apakah varian baru ini lebih berbahaya dari subvarian Omicron lainnya?

WHO mengatakan hingga saat ini mereka masih mempelajari subvarian BA.4 dan BA.5, apakah lebih berbahaya, lebih menular dari varian sebelumnya, dan apakah mampu bertahan dari kekebalan yang telah terbentuk di dalam tubuh.

Sejauh ini, subvarian BA.4 dan BA.5 tersebut telah terdeteksi di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Denmark, Botswana, Skotlandia, dan Inggris. Hal ini telah dilaporkan pada kelompok usia 30-50 tahun yang telah divaksinasi lengkap dan hanya mengalami gejala ringan.


Informasi lebih lanjut >>> di sini.

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)


Baca Juga :  5 Gejala Omicron Yang Sering Kamu Keluhkan Ternyata Bukan Demam