Riwayat Penyakit Ratu Elizabeth, dari Meriang Hingga Katarak

Jakarta, CNBC Indonesia – Ratu Inggris, Elizabeth II, meninggal dunia di usia 96 tahun pada Kamis (8/9/2022) sore waktu setempat. Ratu yang memiliki nama asli Elizabeth Alexandra Mary tersebut menghembuskan nafas terakhir di Balmoral Castle, Skotlandia, ditemani keluarga terdekatnya. 

“Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini,” tulis pengumuman Buckingham Palace. 

Pemimpin tertinggi di Kerajaan Inggris itu berpulang karena kondisi kesehatan yang memburuk dalam beberapa tahun belakangan.

Berikut adalah riwayat penyakit Ratu Elizabeth, yang kini berusia 96 tahun, menurut keterangan resmi dokter kerajaan:

Juni 2022




Foto: AP/Chris Jackson
Queen Elizabeth II and the Duke of Kent watch from the balcony of Buckingham Place after the Trooping the Color ceremony in London, Thursday, June 2, 2022, on the first of four days of celebrations to mark the Platinum Jubilee. The events over a long holiday weekend in the U.K. are meant to celebrate the monarch’s 70 years of service. (Chris Jackson/Pool via AP)

Ratu Elizabeth batal menghadiri perayaan Platinum Jubilee, yang digelar untuk menandai 70 tahun sejak ia naik takhta, termasuk Kebaktian Thanksgiving dan konser “Party At the Palace”, karena masalah kesehatan.

“Ratu kecewa karena dia tidak bisa menghadiri semua acara,” kata seorang sumber secara eksklusif kepada Us Weekly saat itu.

Menurutnya, Ratu menderita masalah gangguan mobilitas.

Februari 2022

Sang ratu dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan audiensi langsung di Kastil Windsor. Istana Buckingham mengatakan dia memiliki “gejala ringan seperti pilek.”

Oktober 2021

Ratu terlihat menggunakan tongkat saat menghadiri kebaktian di Westminster Abbey pada 12 Oktober. Ini merupakan pertama kalinya dia terlihat menggunakan tongkat di acara publik besar.

Keesokan harinya Istana mengatakan ratu melakukan perawatan rumah sakit swasta London untuk “penyelidikan awal” dan sempat menginap semalam di sana.

Januari 2020

Pada Januari 2020, Ratu dijadwalkan melakukan kunjungan ke cabang Women’s Institute (WI) di Sandringham, Norfolk, tetapi tidak hadir karena sakit.

Ratu, yang memiliki nama asli Elizabeth Alexandra Mary tersebut, biasanya bergabung dengan wanita WI untuk minum teh, kue, dan kemudian mendengarkan pidato. Tetapi setengah jam sebelum jadwal kedatangannya, diumumkan bahwa Ratu tidak akan hadir di acara tersebut.

Seorang sumber kerajaan pada saat itu menggambarkan penyakit itu sebagai “sedikit flu.”

Juni 2018




Russia's President Vladimir Putin (L) stands by Britain's Queen
Elizabeth before they enter Buckingham Palace, London, June 24, 2003.
Putin landed in Britain on Tuesday for a historic state visit that is
aimed at repairing diplomatic damage from the Iraq war but is likely to
see more pomp than hard bargaining. REUTERS/Adam Butler/POOL

MDFoto: REUTERS/Adam Butler/POOL
Russia’s President Vladimir Putin (L) stands by Britain’s QueenElizabeth before they enter Buckingham Palace, London, June 24, 2003.Putin landed in Britain on Tuesday for a historic state visit that isaimed at repairing diplomatic damage from the Iraq war but is likely tosee more pomp than hard bargaining. REUTERS/Adam Butler/POOLMD

Ratu terpaksa membatalkan penampilannya di sebuah acara di St Pauls di London pada Juni 2018 karena sakit. Dia dilaporkan sedang merasa “tidak enak badan.”

Seorang juru bicara Istana Buckingham mengatakan pada saat itu: “Sang Ratu merasa tidak enak badan hari ini dan telah memutuskan untuk tidak menghadiri kebaktian pagi ini di Katedral St Paul yang menandai peringatan 200 tahun Ordo Michael dan St George.”

Mei 2018

Ratu menjalani operasi mata untuk menghilangkan katarak pada Mei 2018.

Dia menjalani prosedur operasi mata yang rumit di rumah sakit swasta King Edward VII di London. Operasi tersebut berjalan lancar.

Desember 2016

Ratu tidak menghadiri kebaktian Natal di Sandringham pada Desember 2016 untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun karena sakit.

Yang Mulia “baru pulih dari flu berat dan akan tinggal di dalam rumah untuk membantu pemulihannya”, kata Istana Buckingham pada pagi hari Natal.

Oktober 2003

Ratu menjalani operasi kecil di Rumah Sakit King Edward VII di London untuk mengangkat tulang rawan yang robek di lutut kanannya pada Oktober 2003.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh sekretaris persnya mengatakan: “Operasi selama 45 menit, yang dilakukan oleh ahli bedah ortopedi Roger Vickers, berjalan sangat baik dan Yang Mulia diperkirakan sudah bisa pulang besok pagi.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Seperti Dongeng, Ratu Inggris Pose Bareng Kuda Poni Raksasa

(hsy/hsy)


Baca Juga :  Cerita Nasabah bank bjb Nikmati Now Playing Festival 2022