Simak, Ini 5 Fakta Penarikan Es Krim Merek Haagen-Dazs

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menarik produk es krim Haagen-Dazs rasa vanila dari pasaran. Instruksi penarikan ini diumumkan setelah adanya laporan temuan kandungan Etilen Oksida (EtO) dengan kadar melebihi batas yang diizinkan oleh Uni Eropa.

Karena kasus ini, produsen Haagen-Dazs pun langsung menjadi sorotan. Apalagi, penarikan produk es krim rasa vanila tak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di sejumlah negara lain di dunia. 

Berikut adalah sejumlah fakta terkait penarikan es krim Haagen-Dazs:

1. Perusahaan asal Amerika




Foto: Pabrik es krim Haagen-Dazs dari General Mills di Arras, Prancis. (Getty Images/Sylvain Lefevre)
Pabrik es krim Haagen-Dazs dari General Mills di Arras, Prancis. (Getty Images/Sylvain Lefevre)

Haagen-Dazs merupakan produsen es krim mahal yang didirikan oleh Reuben Mattus di Amerika pada 1960. Saat ini, mereka memiliki lebih dari 800 gerai di seluruh dunia. 

Sejak tahun 1992, sebagian besar produk Häagen-Dazs di dunia diproduksi di pabrik di Tilloy-lès-Mofflaines, Prancis yang sekarang dikendalikan oleh General Mills. 

Produk es krim Haagen-Dazs yang terdaftar di Indonesia juga diimpor dari pabrik mereka di Prancis.

 

2. Bermula dari laporan Uni Eropa

BPOM RI mengeluarkan perintah penarikan produk setelah menerima laporan dari European Union Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) pada 8 Juli 2022. Badan tersebut melaporkan temuan kandungan Etilen Oksida (EtO) dalam es krim Haagen-Dazs rasa vanila dengan kadar melebihi batas yang diizinkan oleh Uni Eropa. 

Meski demikian, Codex Allimentarius Commission (CAC), sebagai organisasi internasional di bawah WHO/FAO, belum mengatur batas maksimal residu EtO sehingga pengaturannya di tiap negara beragam.

3. Penarikan produk di sejumlah negara

Penarikan produk es krim Haagen-Dasz tak hanya terjadi di Indonesia. Sebelumnya, otoritas di Prancis pada 6 Juli, dan otoritas Selandia Baru pada 7 Juli, telah lebih dulu menerbitkan informasi publik terkait penarikan secara sukarela es krim rasa vanila merek Haagen-Dazs oleh produsen, karena mengandung EtO.

Sementara itu, pada 8 Juli, Singapore Food Agency (SFA) memerintahkan importir untuk melakukan penarikan produk tersebut.

Produsen Haagen-Dasz- juga secara sukarela telah menarik kembali batch produk terkait yang telah didistribusikan ke lebih dari 80 negara dan wilayah karena kekhawatiran kontaminasi pestisida.

Adapun produk yang ditarik dari pasaran oleh BPOM RI adalah es krim rasa vanila kemasan pint 473 ml,mini cup 100 ml, serta kemasan bulk can 9.46 liter.

4. Kontaminasi pestisida

Produk es krim rasa vanila yang ditarik diduga terkontaminasi etilen oksida yang merupakan pestisida. Umumnya, etilen oksida digunakan dalam pembuatan etilen glikol (antibeku), tekstil, deterjen, pelarut, obat-obatan, perekat, dan produk lainnya.

Selain itu, etilen oksida dalam jumlah yang relatif kecil digunakan sebagai fumigan, sebagai sterilan untuk makanan (rempah-rempah) dan kosmetik. Di rumah sakit, etilen oksida digunakan untuk sterilisasi peralatan bedah dan peralatan plastik yang tidak dapat disterilkan dengan uap.

5. Bahaya konsumsi pestisida

Jika terpapar etilen oksida dalam jangka pendek, seseorang bisa mengalami efek samping wsb lain iritasi mata dan saluran pernapasan atas, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, kelelahan, lemah otot, hingga kulit terbakar.

Badan Perlindungan Lingkungan AS menyimpulkan bahwa EtO bersifat karsinogenik bagi manusia melalui paparan inhalasi. Paparan etilen oksida pada manusia menunjukkan peningkatan risiko kanker limfoid dan kanker payudara.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Jangan Asal Minum, Ternyata Ada ‘Jamu’ yang Bahaya

(hsy/hsy)


Baca Juga :  Daebak! Aksi Menawan Jung Kook BTS di Opening World Cup 2022