Terancam Perang, Begini Hubungan Ekonomi China & Taiwan

Jakarta, wsb – Hubungan wsb Taiwan dan China kembali memanas. Hal ini disebabkan kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan yang sejatinya masih diklaim China sebagai wilayahnya.

Bahkan, akibat kunjungan Pelosi, China seketika langsung menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan. Latihan itu digelar dengan melibatkan kapal induk, kapal selam nuklir, dan rudal balistik.

Selain itu, China juga memberikan sanksi perdagangan terhadap Taiwan. Sanksi ini dijatuhkan untuk produk-produk makanan asal Pulau Formosa itu.

“China menangguhkan impor buah jeruk, ikan layur, dan makarel dari Taiwan 3 Agustus ini” tegas bea cukai China, dikutip Reuters, Rabu lalu.

Bagaimana ekonomi kedua negara?

Meski bersitegang terkait isu klaim teritorial, baik China dan Taiwan sama-sama melakukan perdagangan satu sama lain. Bahkan, Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu market terbesar dari Taipei yang jauh melampaui AS meski Washington memberikan dukungan politiknya pada pulau itu.

“Secara keseluruhan, Taiwan mengekspor barang senilai US$ 188,91 miliar ke China daratan dan Hong Kong pada tahun 2021. Lebih dari setengahnya adalah suku cadang elektronik, diikuti oleh peralatan optik,” menurut data Kementerian Keuangan Taiwan yang dikutip CNBC International, Jumat (5/8/2022).

“Ekspor Taiwan ke Asia Tenggara bahkan lebih besar daripada ekspor ke AS sebesar US$ 70,25 miliar ke wilayah tersebut, dibandingkan US$ 65,7 miliar ke AS.”

Selain ekspor, China juga merupakan destinasi yang cukup penting bagi para investor Taiwan. Banyak perusahaan semikonduktor terkemuka Taiwan seperti Foxconn mengoperasikan pabriknya di wilayah China

Di sisi lain, selama lima tahun terakhir, impor Taiwan dari China daratan telah melonjak sekitar 87%. Ini lonjakan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan impor dari AS sebesar 44%.

Baca Juga :  Melihat Pemotongan Hewan Kurban di Jakarta

“Sebagai sumber impor Taiwan, China daratan dan Hong Kong kembali menduduki peringkat pertama dengan pangsa 22%. AS hanya memiliki pangsa 10%, peringkat di belakang Jepang, Eropa dan Asia Tenggara,” tambah data itu.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Banyak Negara Menuju Endemi, Covid di China Kok Malah Ngegas?

(sef/sef)