Vaksin Booster & Tes Swab Berpuasa? Ini kata MUI

Jakarta, wsb – Saat ini, banyak orang yang mulai melakukan vaksin booster meski sedang berpuasa. Itu karena tahun ini, pemerintah mengizinkan mudik Lebaran.

Vaksinasi sendiri adalah pemberian vaksin ke dalam tubuh yang dapat merangsang pembentukan kekebalan. Pertanyaannya, apakah vaksin membatalkan puasa?

Berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021, pemberian vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa. Alasannya, karena vaksin diberikan melalui suntikan melalui otot atau injeksi intramuskular, bukan melalui rongga terbuka.

“Vaksinasi Covid-19 dengan suntikan intramuskular tidak membatalkan puasa,” bunyi fatwa MUI.

Vaksinasi Covid-19 diperbolehkan selama puasa selama tidak membahayakan atau dlarar.

Dalam pedoman ibadah Ramadhan terbaru MUI, para ulama juga membolehkan umat Islam yang berpuasa melakukan vaksinasi dengan vaksin halal guna mencapai herd immunity.

Tes Swab Saat Puasa

Mengacu pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 23 Tahun 2021, melakukan PCR atau rapid antigen swab test pada siang hari tidak membatalkan puasa. MUI melihat tidak ada hal yang bisa membatalkan puasa selama swab PCR. Karena tes dilakukan dengan mengambil sampel dari nasofaring dan orofaring.

“Tidak membatalkan puasa. Siang pun tidak membatalkan puasa. Ya, tidak ada yang membatalkan puasa,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin Abdul Fatah.

Hasanuddin menjelaskan bahwa yang dapat membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam perut melalui mulut. Sementara itu, dalam konteks tes swab PCR ini, hanya alat berbentuk tongkat yang dimasukkan ke bagian belakang hidung untuk mengambil sampel lendir.

Namun, Hasanuddin menyarankan agar tes swab PCR atau rapid antigen test selama bulan puasa dilakukan pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi rasa ingin muntah saat mengambil sampel dari saluran wsb mulut dan tenggorokan.

Baca Juga :  Himpunan

[Gambas:Video CNBC]

(hsy/hsy)